Aplikasi Jejaring Sosial
Others

Prediksi Trend Sosial Media di Masa Mendatang

Sosial media saat ini sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan orang-orang. Lebih dari itu, sosial media sudah menjadi rutinitas gaya hidup sehari-hari. Beberapa yang terlalu kecanduan, meletakkan ponsel di samping bantal, hanya untuk bisa mengecek aktivitas sosial dunia maya begitu mereka bangun dari tidur.

Terkait hal ini, banyak perusahaan dan marketer yang terjun ke sejumlah platform sosial media, untuk bisa menjangkau pelanggan potensial mereka. Contohnya adalah platform Facebook, yang memiliki tingkat kompetensi sangat tinggi. Beberapa perusahaan yang memang tidak paham akan strategi bersaing di sosial media, memanfaatkan sejumlah jasa iklan Facebook, untuk mempermudah target yang ingin dicapai. 

Meski bisa memanfaatkan pihak ketiga yang memang kompeten, setidaknya perusahaan harus memahami trend yang sedang dan akan terjadi di sosial media di masa mendatang. Berikut sejumlah prediksi trend dalam sosial media yang akan booming kedepannya.

Konten Ephemeral Tetap Populer

Konten Ephemeral ini artinya adalah konten-konten yang tidak kekal, atau memiliki masa kadaluarsanya sendiri. Konten ini akan tiba-tiba booming dan menjadi trend, namun kemudian akan menghilang dengan cepat. Contohnya adalah konten pada stories di Instagram ataupun Snapchat. 

Apa yang menjadikan konten Ephemeral ini kerap menjadi trend adalah kemampuan audiens itu sendiri. Seperti yang diketahui, bahwa rata-rata orang jangka waktu tingkat ketertarikannya sangatlah pendek. Mereka akan cepat bosan, sehingga dibutuhkan konten yang tidak terlalu panjang, namun sarat akan informasi. 

Hal ini sudah dipahami oleh para marketer, dan akan tetap dijadikan sebagai ujung tombak teknik pemasaran dan promosi mereka. 

Aplikasi Sosial Niche Akan Naik Daun

Aplikasi sosial niche ini adalah aplikasi platform sosial media yang lebih spesifik dalam penggunaanya. Diprediksi, aplikasi seperti ini akan lebih sering menjadi trending di kehidupan sosial dunia maya. Contohnya adalah aplikasi Tik Tok.

Aplikasi Tik Tok yang hanya menyediakan konten berbagi video unik dengan backsound lagu menarik, akan semakin naik daun. Pasalnya dari konten-konten platformnya akan menghasilkan trend unik yang merefleksi dari kehidupan sosial. Tik Tok dengan baik berhasil memanfaatkan kreatifitas yang dimiliki oleh para usernya. 

Instagram Akan Menghapus Fitur Like

Instagram akan terus melakukan pembaharuan pada aplikasinya. Salah satu pembaharuan yang besar itu adalah menghilangkan fitur Like pada setiap postingan. Diketahui, Instagram sudah melakukan banyak sekali percobaan terkait penghapusan fitur Like, untuk melihat dampak baik maupun buruk dari penerapan pembaharuan tersebut.

Sejumlah perusahaan hingga influencer menyayangkan penghapusan fitur like ini. Mereka menganggap penghapusan fitur Like hanya akan menguntungkan pihak Instagram secara sepihak. Sebab, selama ini perusahaan maupun influencer menjadikan jumlah like sebagai patokan, seberapa baik hasil dari konten-konten yang mereka buat. 

Beberapa pihak menganggap pembaharuan ini agar pengguna beralih menggunakan Iklan Instagram. Karena hanya dengan menggunakan iklan, sebuah konten bisa di analisis secara mendetail.